Agen sbobet kali ini akan coba memberikan sebuah berita sepakbola mengenai sejarah transfer pemain sepak bola eropa. Perpindahan pemain di sepak bola modern yang lebih di kenal dengan transfer menjadi bagian yang tak kalah menarik dari perebutan juara liga. Intrik dan drama yang terjadi dalam sebuah proses transfer selalu menarik perhatian khalayak pecinta bola. Lebih dari satu abad lalu , Asal mulannya transfer window di mulai saat asosiasi sepak bola inggris (FA) memprkenalkan sistem regritasi pemain setelah 1885. Sebelum era tersebut, para pemain hanya bersepakat hanya bermain di sebuah club dalam sejumlah permainan tertentu saja dan bermain di klub lain di waktu yang sama. Sejak era profesional di perkenalkan FA pada tahun 1885, semua pemain di haruskan hanya terdaftar di satu klub untuk satu musim yang sama . seorang pemain tidak di ijinkan bermain kecuali dia sudah resmi terdaftar di sebuah club untuk musim yang akan berjalan. Sekali terdaftar di satu klub pemain tersebut tidak bisa di daftarkan atau bermain di klub lain pada musim yang sama tanpa seijin FA , Pemain baru bisa bergabung dengan klub lain saat musim baru akan di mulai .
Namun hak-hak pemain untuk mencari masa depan yang lebih baik di era tersebut belum ada ,saat football League resmi diluncurkan FA pada 1888 , aturan yang ada semakin ketat . Tujuannya agar klub-klub kaya tidak merekrut banyak pemain hebat sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam sebuah kompetisi . Dengan atura baru itu, setiap pemain yang terdaftar di sebuak klub anggota football league tidak bisa pndah klub jika klub lamanya tidak mengijinkan . hal ini berlaku meskipun para pemain massa kontraknya sudah habis . jika klub lamanya enggan mencoret seseorang pemain dari daftar pemain yang di milikinya. Dan pemain yang bersangkutan akan sulit mendapat klub baru.
Kondisi di atas yang kemudian melahirkan adanya tranfer fee yaitu kepindahan seorang pemain dari klub satu ke klub yang lain bkal di ikuti dengan biaya tranfers yang sudah di patok oleh klub lama. Seiring berjalannya waktu pemain tidak hanya sebagai barang tukar menukar antar dua klub, namun mereka juga di jadikan sebagai bargaining position . dan akhirnya di sepak bola era industri bahwa klub dengan bermodal kuatlah yang akan tampil lebih kompetitif.
